Murai Batu Borneo Ternyata Murai Batu Juga Loh…!!!

October 10, 2016
1,286 Views

15688993840_283fa7697e_o

JAKARTA (KM) – Murai Batu yang dalam literatur ilmiah dinamai copsychus malabaricus dan oleh orang Eropa biasa disebut White Rumped Shama secara global penyebarannya sangat luas. Mulai dari India, China Barat Daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia hingga Sunda Besar.

Di Indonesia, burung yang termasuk dalam rumpun Turdidae ini banyak sekali jenisnya yang di kalangan penghobi dibedakan berdasar daerah asal habitatnya. Untuk kali ini, kita akan membahas Murai Batu yang habitatnya di wilayah Kalimantan yang terkenal dengan sebutan Murai Batu Borneo.

Murai Batu Borneo adalah salah satu jenis yang dikenal di Indonesia selain Murai Batu Sumatera dan Murai Batu Jawa (Larwo). Murai Batu Borneo adalah sebutan kicaumania terhadap spisies Murai Batu yang berasal dari Pulau Kalimantan.

Seperti Murai Batu Sumatera, Murai Batu Borneo juga banyak jenisnya. Walaupun banyak jenisnya, tetapi secara umum yang dikenal ada tiga jenis yaitu Murai Batu Palangka, Murai Batu Banjar dan Murai Batu Mahkota (Kepala Putih).

Karakteristik Murai Batu Borneo yang sangat mudah dikenali adalah gayanya yang khas pada saat tarung, yaitu dada membusung dengan bulu dada yang mengembang, kepala yang menengadah ke atas lalu membungkuk ke bawah yang kadang dengan gerakan cepat tetapi juga kadang-kadang bergerak lambat.

Sebaran Habitat Muray Batu Borneo

Sebaran Habitat Muray Batu Borneo

Sebaran Murai Batu Borneo
Murai Batu Palangka, yang oleh kicaumania di Kalimantan sering juga disebut Murai Kalteng habitatnya tersebar di wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat. Sementara Murai Batu Banjar dapat ditemui di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Sedangkan Murai Batu Mahkota (White Crowned Shama) tersebar dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan bagian Utara (Malaysia).

Murai Batu Palangka secara fisik identik dengan Murai Batu Lampung. Mungkin akibat kemiripan secara fisik itulah, murai batu jenis ini pernah ditangkap secara besar-besaran untuk dikirim ke Pulau Jawa dan Lampung.

Sebenarnya Murai Batu jenis ini jika dilihat secara fisik banyak juga ragamnya, baik gradasi warna bulu, warna kaki dan panjang ekornya.

Secara garis besar dapat digambarkan tubuh sedang dengan bentuk agak memanjang, panjang ekor sekitar 15 cm sampai 18 cm, warna bulu dada coklat muda hingga coklat tua, warna kaki hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk), coklat kemerahan dan putih kekuningan.

Sementara gaya tarung seperti typical Murai Batu Borneo jenis lainnya, Murai Palangka juga akan mengembangkan bulu dadanya pada saat tarung. Tetapi tidak seperti Murai Batu Banjar, murai batu jenis ini hanya mengembangkan bulu dada bagian perut sampai batas dada (sedikit di bagian dada).

15690579547_707f1d337d_o

Muray Batu Banjar

Murai Batu Banjar, inilah yang biasa dicari hobbiest untuk dilombakan, karena sifat fighter-nya yang sangat tinggi. Sama halnya dengan Murai Batu Palangka, sebenarnya Murai Batu Banjar yang oleh warga setempat biasa disebut “Tinjau Karang” ini juga banyak jenisnya.

Warna bulu dada, warna kaki dan panjang ekor berbeda-beda antara satu habitat dengan habitat yang lain. Secara umum perbedaan Murai Batu Banjar dengan Murai Batu Palangka adalah warna bulu dadanya cenderung lebih cerah dan ekor yang lebih pendek dari Murai Batu Palangka. Panjang ekor murai jenis ini rata-rata antara 10 sampai 13 cm dan ada Murai Batu Banjar dari daerah tertentu yang memiliki ekor rata-rata 15 cm.

Secara garis besar typical Murai Batu Banjar dapat digambarkan body kecil, sedang sampai besar, panjang ekor 10 cm sampai 15 cm, warna bulu dada coklat hingga coklat terang, warna kaki hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk), coklat kemerahan dan putih kekuningan.

Gaya Tarung Murai Batu Banjar pada saat tarung akan mengebangkan semua bulu dada warna coklatnya hingga ke batas leher, sehingga sepintas terlihat menyerupai bola tennis.

Murai Batu Mahkota, yang habitatnya mulai Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara (Malaysia) ini sebenarnya sangat mirip dengan Murai Batu Banjar. Kecuali celeret putih pada kepalanya secara keseluruhan Murai Batu ini identik dengan Murai Batu Banjar, baik postur tubuh, warna dada, gaya tarung hingga sifat fighter-nya yang tinggi.

Gambaran umum Murai Batu Mahkota antara lain body kecil dan sedang, panjang ekor sekitar 10 cm sampai 13 cm, warna bulu dada coklat hingga coklat terang, warna kaki hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk) dan coklat kemerahan.

Gaya tarung Murai Batu Mahkota seperti Murai Batu Banjar, pada saat tarung murai ini juga mengebangkan semua bulu dada warna coklatnya hingga ke batas leher hingga membentuk bulatan.

Banyak kicaumania penggemar Murai Batu Borneo yang menyebut bahwa Murai Batu Banjar adalah Murai Batu Borneo yang sering merajai kontes-kontes kelas Murai Batu Borneo di Kalimantan.

Untuk sementara saya tidak menolak pendapat Murai Batu Banjar merajai kontes-kontes. Sejauh lomba-lomba yang pernah saya ikuti khususnya di Kalsel, Kaltim dan Kalteng memang demikian adanya. Bukan berarti Murai Borneo jenis lain tidak prospek, tetapi sejauh ini jawara yang sering koncer pada lomba di wilayah tersebut adalah dari jenis Murai Batu Banjar, ujar Bahrullah Abdul Aziz (Rifqie KM).

 

Leave A Comment