ring-jr-98-ternakan-indra-jr

Membangun Mental Love Bird Jurus Duta KM

October 3, 2016
2,282 Views

Jakarta (KM) – Love Bird (Psittaculidae-Agapornis) hingga saat ini merupakan burung yang banyak diminati dan hampir full di setiap lomba atau latber di Jabodetabek, bahkan seluruh Indonesia. Hampir sebagian besar pengobi burung berkicau memelihara Love Bird karena mempunyai beberapa manfaat, di antaranya sebagai burung master, lomba, atau sebagai burung hias.

ring-jr-98-ternakan-indra-jr

Love Bird pada saat narik panjang

Sebagai burung master, Love Bird yang bertipikal ngerol panjang menjadi idaman untuk isian burung maskot seperti Murai Batu (Copsychus Malabaricus), Kacer (Copsychus Saularis), Cucak Hijau (Chloropseidae), Pentet (Lanius Schach), dan sebagainya.

Sebagai burung lomba, bedasarkan data saat ini, lomba-lomba kelas Love Bird selalu full gantangan dan tidak jarang masuk dalam kelas utama dalam lomba skala besar.

Sebagai burung hias, warnanya yang beraneka ragam membuat orang suka Love Bird ini. Banyak penghobi rumahan memelihara Love Bird hanya sekedar buat hiasan, karena warnanya yang beraneka ragam dan indah.

Tiga alasan tersebut yang menjadikan Love Bird hingga saat ini masih naik daun, bahkan sekarang ini banyak sekali breeder Love Bird bermunculuan seperti jamur meski harganya terkadang pasang surut.

Khusus Love Bird yang ditujukan untuk lomba, proses perawatannya juga beraneka ragam, dan harga jualnya terus stabil hingga saat ini meski Love Bird hias sempat terjun bebas.

 

Menyiapkan Love Bird untuk Lomba

Untuk mencetak Love Bird yang ngekek panjang orientasi lomba bisa dikatakan gampang-gampang susah. Pertama, dibutuhkan bakat dasar dari Love Bird tersebut yang berpotensi ngekek panjang. Kemudian pola rawatan yang harus diraba-raba menyesuaikan karakter Love Bird itu sendiri.

Untuk mencetak Love Bird lomba, dibutuhkan 50% bakat, 20% perawatan konsisten, dan 30% pemasteran. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari gaya fighter-nya, postur tubuh, dan suara awalannya.

Namun ada juga yang persentasenya 30% faktor gen, jika indukan jantan dan betina trah ngekek sudah pasti anaknya mewarisi gen indukan. Lalu 70% adalah pelatihan (pemasteran) yang diberikan. Kita hanya bisa melihat faktor genetik seekor burung dari penampilan luarnya, atau fenotipnya, seperti warna bulu, kualitas suara, dan sejenisnya.

Body Ideal Love Bird

Body Ideal Love Bird

Perlu dicatat, anak Love Bird trah ngekek panjang tidak semua akan ngekek panjang. Sebaliknya, Love Bird yang bukan dari trah ngekek panjang masih ada kemungkinan berbakat jika ditunjang dengan perawatan yang tepat.

Indra Jr, pemilik Love Bird juara “Raja Godexxx” dan “Snow White” membocorkan rawatan Love Bird sedari anakan. Saat Love Bird berusia 1,5 bulan sampai dengan 2 bulan, akan mulai belajar bunyi walaupun masih malu-malu.

Agar mental sang anak bisa oke, setiap pagi dijemur dan mandi pakai cepuk, kemudian diangkat dan diangin-anginkan di tempat yang ramai dengan suara berisik, entah itu suara teriakan atau suara mobil bisa juga dengan suara motor. Hal ini bertujuan agar sang anak bermental baik dan tidak takut keramaian.

“Setiap hari sehabis jemur dan mandi gantangan dipindah-pindahkan agar sang anak terbiasa dengan suasana baru dan cepat beradaptasi dengan tempat asing,” ungkapnya.

Indra Jr menambahkan, Love Bird anakan sebaiknya jangan sering ditemukan dengan sesama Love Bird (dengar suara boleh) agar saat bertemu sang anakan berani buka suara karena kesenangan bertemu koloninya.

Setelah umur Love Bird mencapai tiga atau empat bulan, dan treatment di atas sudah berhasil, pola rawatannya yaitu mandi dan jemur sampai hari Kamis. Kemudian hari Kamis sore Love Bird dikerodong sampai hari Minggu (tetap dicek pakan dan minum).

Pada hari Minggu, bersihkan kandang, makan dan minum, lalu bisa dibawa ke lapangan untuk mengenal lapangan terlebih dahulu. Setelah di pinggir lapangan, buka kerodong, biarkan sampai sang anakan mau mengeluarkan tembakannya. Setelah puas, anakan Love Bird kerodong lagi, dan dilakukan treatment yang sama hingga Love Bird siap untuk digantang di latberan.

Lalu bagaimana menyiapkan Love Bird yang sudah siap turun lomba? Jurus rawatan Love Bird legendaris “Unique” milik Goes KM, Mantan Ketua Umum organisasi www.kicaumania.or.id (KM) yang selama ini juga membawa nama Duta KM ini bisa menjadi rekomendasi.

Rawatan harian Unique, setiap pagi , sekitar pukul 07.00 WIB dijemur sekitar satu jam. Setelah terlihat gerah, diturunkan untuk dimandikan dengan cara menyediakan cepuk agak besar di dalam sangkar khusus untuk mandinya. Untuk memancing mandi, Unique biasa disemprot dulu, setelah itu mandi sendiri.

Setelah selesai baru diberikan pakan plus sayuran seperti jagung dan dijemur kembali sampai pukul 12.00 WIB. Jelang sore, Unique tak dirawat lagi, hanya dibersihkan kandangnya, untuk bersihkan kotoran dan sisa makanannya lalu dikerodong sampai besok pagi.

Untuk rawatan Unique jelang lomba, dua hari jelang lomba Unique didiamkan sendiri, baik jemur atau istirahat mesti sendiri. Masuk arena lomba, kerodong Unique dibuka sebentar, kemudian dikerodong lagi sampai waktu lomba tiba.

 

Pemasteran Love Bird Sejak Dini

Tidak cukup di situ, untuk menarik perhatian juri di gantangan, Love Bird memerlukan variasi isian dalam ocehannya. Karenanya, Love Bird juga perlu mendapat pemasteran sejak dari anakan.

Mengapa Love Bird tetap harus dimaster? Walaupun indukannya bersuara panjang, anak Love Bird jarang dengar indukannya narik dengan suara panjang karena selama masa bertelur, ngeram, dan netas mereka jarang sekali mau bunyi panjang. Padahal Love Bird mempunyai kemampuan untuk meniru.

Bagi penggemar Love Bird, pemilihan masteran menjadi satu keasikan tersendiri, Love Bird dikenal sebagai burung yang pandai menirukan suara burung lain. Bagi pemilik Love Bird yang bertujuan menyertakan lomba, pemilihan masteran dianggap dapat menentukan penilaian burung dalam arena lomba ketika suara masteran dibawakan (dinyanyikan, red).

Indra Jr berpendapat, untuk pemilihan masteran Love Bird pilihlah tipe burung master dengan type atau karakter suara kasar dan rapat. Karena bila salah dalam pemilihan masteran, dikhawatirkan dapat mengurangi penilaian burung yang dilombakan.

Menurutnya, Love Bird yang mampu menirukan suara masteran dari burung Cililin, saat beraksi menjadi perhatian para juri karena memiliki warna suara yang khas.

Cililin memiliki suara khas yang nyaring dan rapat jika termaster akan menjadi andalan yang baik untuk Love Bird. Cucak Jenggot, memiliki suara besetan juga bisa dijadikan pilihan karena suara besetan yang tajam dan panjang. Sementara Tengkek Buto, memiliki karakter yang ngeroll ngekek rapat akan baik jika dapat dimaster oleh Love Bird.

“Selain itu ada pilihan lain yaitu suara Belalang dan Kenari. Suara belalang yang tajam dapat menjadi andalan suara Love Bird, dan Kenari suaranya yang ngeroll akan menambah indah dan melatih durasi suara Love Bird kesayangan kita,” jelasnya.

Walaupun semua jenis burung-burung tersebut baik jika termaster ke dalam Love Bird kesayangan kita, Indra Jr menyarankan pemasteran sebaiknya dilakukan cukup oleh dua jenis burung masteran pada Love Bird yang akan di master. Karena jika dilakukan dengan cara mengoleksi semua masteran, biasanya Love Bird akan mengalami kesulitan dalam memaster beraneka macam suara-suara master tersebut.

Jika burung anda termasuk burung yang cerdas dan dapat diadopsi oleh burung Love Bird, Indra jr juga menerangkan, jika Love Bird memiliki banyak isian, dikhawatirkan malah membuat Love Bird tidak mempunyai ciri khas tembakan dan  suara yang keluar  terkesan nanggung.

Bagi Indra JR, yang dikenal sebagai pemilik Rajawali BF dan juga Duta KM, usia Ideal pemasteran adalah 2 bulan. Pada usia tersebut diharapkan suara masteran akan mendarah daging atau tidak mudah dilupakan.

Untuk burung masteran seperti Cililin, Indra Jr menganjurkan untuk memposisikan agak jauh dari Love Bird yang akan dimaster, karena suara Cililin yang keras jika ditempatkan terlalu berdekatan dikhawatirkan malah membuat Love Bird yang dimaster ketakuan dan berujung pada stress.

Bagi yang memiliki burung sudah berumur, maka cara pemasteran dilakukan dengan menggantang burung masteran dengan jarak 3-5 meter.  Sebaiknya pemasteran dilakukan satu ekor burung master pada saat tertentu. Jika diperkirakan burung sudah dapat mentransfer suara, maka masteran dapat diganti dengan materi masteran burung lain.

 

Menggacorkan Love Bird Berumur

Lalu bagaimana jika Love Bird yang kita beli bukan dari anakan? Maka langkah yang harus dilakukan adalah membuat Love Bird tersebut menjadi gacor terlebih dahulu. Karena jika Love Bird gacor, maka selain bisa dijadikan master, kemungkinan besar juga dapat diturunkan ke arena lomba.

Rachmat KM memiliki jurus tersendiri untuk menggacorkan Love Bird yang sebelumnya kurang aktif karena faktor tertentu. Bagi yang memiliki Love Bird cukup umur dari jenis apa saja yang dirasakan kurang maksimal kerjanya khususnya untuk master burung kesayangannya, bisa dilakukan treatment di bawah ini:

Love Bird disemprot hingga basah kuyup

Love Bird disemprot hingga basah kuyup

Pagi pukul 07.00 WIB Love Bird harus disemprot basah hingga kuyup kemudian dijemur hingga pukul 10.00 WIB. Angkat Love Bird dari jemuran dan diademkan 5 menit kemudian disemprot lagi hingga kuyup kemudian dijemur kembali hingga pukul 12.00 WIB.

Setelah pukul 12.00 WIB Love Bird tersebut digantung di tempat biasa istirahat untuk master. Dalam waktu 3-6 hari dengan rawatan demikian, Love Bird akan menjadi gacor (setidaknya ada kemajuan sedikit demi sedikit). Tidak lupa jaga kebersihan kandang dan berikan menu pakan yang variatif agar tidak monoton dan membosankan.

2 Comments

  1. Om mau nanyak klau cara meracik pakan buat lomba

  2. untuk pemberian ef dilakukan atau tidak untuk burung mapan yang belum gacor

Leave A Comment