Nutrisi Herbal Hayati
LOMBA DAN PAMERAN BURUNG BERKICAU TINGKAT NASIONAL
  • Jenis-Jenis Burung Yang Sudah Punah di Indonesia

    A. Jenis-jenis dan anak jenis (ras) yang patut diduga kuat telah punah dan punah di alam pulau Jawa dan Bali.

    1. Trulek Jawa Vanellus macropterus*
    Belum ada bukti kuat perjumpaan kembali dengan jenis ini di Pulau Jawa sejak tahun 1940.

    2. Raja-udang Kalung-biru (ras pulau Jawa), Alcedo euryzona euryzona*
    Spesimen (selanjutnya kita sebut saja: awetan) ras pulau Jawa terakhir kali dibuat pada tahun 1937. Belum ada bukti kuat perjumpaan dengan ras ini di pulau Jawa sejak saat itu. Hanya ada satu laporan perjumpaan yang tidak terkonfirmasi pada tahun 1950an.

    3. Caladi batu (ras pulau Jawa), Meiglyptes tristis tristis*
    Kelangkaan terjadi akibat perusakan habitat selama abad ke-19. Catatan perjumpaan terakhir dengan jenis ini terjadi di tahun 1880, dan hampir dapat dipastikan telah punah pada awal abad ke-20. Masih terdapat beberapa laporan perjumpaan di Taman Nasional Gunung Halimun, namun belum terkonfirmasi dengan bukti yang cukup kuat.

    4. Cucak rawa, Pycnonotus zeylanicus**
    Nash (1994) mencatat bahwa popularitas Cucak rawa sebagai burung peliharaan telah mengakibatkan penangkapan secara besar-besaran sehingga mengakibatkan burung ini punah di pulau Jawa. Masih terdapat beberapa laporan perjumpaan di pulau Jawa, namun tidak disertai dengan bukti yang cukup kuat.

    5. Mentok rimba , Cairina scutulata**
    Kemungkinan besar telah punah di Pulau Jawa.

    6. Celepuk merah, Otus rufescens rufescens**
    Tidak pernah ada catatan perjumpaan dengan bukti yang kuat di Pulau jawa sejak awal abad 20.

    7. Kambangan coklat, Aythya australis**
    Tidak pernah ada catatan perjumpaan kembali sejak ditemukan pertama kali tahun 1937 di Dataran Tinggi Hyang, Jawa Timur. Kemungkinan besar merupakan burung yang tersesat (vagran) ke pulau Jawa.

    8. Celepuk raja, Otus brooki**
    Tidak pernah ada catatan perjumpaan kembali sejak ditemukan pertama kali tahun 1916 di Dataran Tinggi Ijen, Jawa Timur.

    9. Pijantung telinga-kuning, Arachnothera chrysogenys chrysogenys**
    Tidak pernah ada catatan perjumpaan kembali di Jawa sejak tahun 1929. Meski demikian burung ini masih dapat dijumpai di Sumatera dan daerah persebaran lainnya.

    B. Jenis-jenis dan anak jenis (ras) yang patut diduga kuat telah punah di alam pulau Sumatera dan Pulau-pulau kecil di sekitarnya.

    1. Cucak gelambir-biru (ras Sumatra), Pycnonotus nieuwenhuisii inexspectatus*
    Ras yang hanya diketahui dari satu awetan yang dibuat tahun 1937 dan tidak ada catatan perjumpaan kembali di Sumatera setelah itu. Kemungkinan merupakan jenis hasil hibrid atau kawin silang.

    2. Puyuh-gonggong kalung (ras Sumatra) Arborophila charltoni atjenensis** Sinonim: Tropicoperdix charltonii atjenensis
    Ras yang hanya diketahui dari satu awetan yang dibuat tahun 1939 dan tidak ada catatan perjumpaan kembali di Sumatera setelah itu.

    3. Sempidan aceh Lophura hoogerwerfi**
    Hanya sekali ditemukan sejak tahun 1940an.

    4. Bubut teragop Centropus rectunguis**
    Belum ada bukti kuat perjumpaan kembali dengan jenis ini di pulau Sumatera sejak tahun 1976.

    5. Sikatan aceh Cyornis ruckii **
    Belum ada bukti kuat perjumpaan kembali dengan jenis ini sejak pertama kali ditemukan antara tahun 1917 1918.

    C. Jenis-jenis dan anak jenis (ras) yang patut diduga kuat telah punah di alam di wilayah Pulau Kalimantan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

    1. Pelanduk Kalimantan Malacocincla perspicillata* Sinonim: Malacocincla perspicillatum
    Hanya diketahui dari satu awetan yang dibuat di sekitar Martapura atau Banjarmasin, Kalimantan selatan antara tahun 1843 sampai 1848. Belum ada catatan perjumpaan yang meyakinkan sampai dengan saat ini. Burung ini mungkin sudah punah, namun belum tertutup kemungkinan masih ada karena sedikitnya usaha pencarian terhadap jenis ini.

    2. Tikusan kerdil (ras Kalimantan) Porzana pusilla mira*
    Ras yang hanya diketahui dari satu awetan yang dibuat tahun 1912 dan tidak pernah ditemukan kembali sesudah itu sehingga patut diduga kuat telah punah. Jenis ini memang sangat sulit ditemukan di lapangan.

    D. Jenis-jenis dan anak jenis (ras) yang patut diduga kuat telah punah di alam di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

    1. Celepuk siau, Otus siaoensis* Sinonim: Otus manadensis siaoensis
    Hanya diketahui dari awetan yang dibuat tahun 1866. Burung endemik di Siau, Sulawesi Utara, sebuah pulau vulkanik kecil. Mungkin belum punah karena beberapa catatan deskripsi perjumpaan diketahui mirip dengan jenis ini. Meski demikian bukti yang lebih kuat diperlukan untuk menyatakan bahwa jenis ini belum punah.

    2. Nuri talaud (ras pulau Sangihe, Siau dan Ruang) Eos histrio histrio*
    Populasi terbesar yang masih tersisa dari jenis ini adalah ras Eos histrio talautensis yang masih bisa ditemukan di pulau Karakelang, kepulauan Talaud. Perburuan dan perdagangan membuka kemungkinan besar adanya burung-burung dari ras Eos histrio talautensis yang terlepas di luar daerah persebaran alaminya yaitu di kepulauan Talaud. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya kawin silang atau hibrid sehingga ras Eos histrio histrio dan Eos histrio challengeri dapat menjadi punah.

    3. Udang-merah Sulawesi (ras kepulauan Sangihe dan Talaud), Ceyx fallax sangirensis*
    Ras kepulauan Sangihe ini telah mendekati kepunahan atau bahkan mungkin telah punah. Teramati terakhir tahun 1997, dan tidak pernah teramati kembali pada tahun-tahun sesudahnya sampai dengan saat ini. Sementara saudara satu spesiesnya Ceyx fallax fallax yang terdapat di Pulau sulawesi dan tepi pantai pulau Lambeh masih dapat dijumpai dengan relatif mudah.

    4. Bubut ayam (ras pulau timor), Centropus phasianinus mui*
    Ras yang hanya diketahui dari satu awetan yang dibuat tahun 1984 dan tidak pernah ditemukan kembali sesudah itu. Masih sangat misterius karena memiliki perbedaan nyata dengan lima ras yang lain, bahkan dimungkinkan sebagai jenis tersendiri.

    Sumber:
    *http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_extinct_birds
    **Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan

    Artikel lengkapnya bisa dibaca di: http://www.kutilang.or.id/burung/kon...-di-indonesia/
    This article was originally published in forum thread: Jenis-jenis burung yang sudah punah di Indonesia started by ige View original post
    Comments 3 Comments
    1. cepo's Avatar
      cepo -
      gimana mau jumpa om, kalo cuma konservasi di bonbin... hutan sumatera dan kalimantan masih banyak yang perawan (Dinas Kehutanan SumBar dan Riau, 2012), berarti datanya belum valid ya om? menyedihkan jika datanya semakin dikembangkan maka akan semakin banyak yg ketauan punah, itu sudah pasti valid, karna sudah hukum alam manusia makin serakah semakin banyak kehilangan. 1. sebanyak 1.2 juta kubik kayu ditebang setiap harinya di wilayah sumatera, belum lagi di kalimantan dan wilayah timur. data terbaru yang saya dapat, terjadi di Sumatera Barat, Wilayah Sangir, Kab. Solok Selatan. Eksplorasi besar-besaran kayu hutan yang mengakibatkan tidak kurang dari 20rbu hektar lahan hutan tropis yang digundulkan, rumah mana lagi yang akan di tempati para burung, kalo bukan rumah rantau sangkar??? 2. Murai Batu dan Barau-barau (cucak rawa) riwayatnya hanya tinggal kenangan di hutan hujan tropis, mereka telah pergi merantau meninggalkan kampung halaman menuju kota sangkar, menyusul kacer, dan akan menyusul lagi Cucak Ijo, KT, CJ, dan satu sesi cerita pagi hari di samping jendela juga akan hilang ditelan nafsu, siapa lagi kalo bukan PLEEECI. 3. bangsa punglor, merbah, murai, chloropsidae, sebagian besar sudah sulit, bahkan tidak pernah di temukan lagi dalam radius bukit barisan. makasih om nice share... mohon maaf jika ada yang tidak suka atau tersinggung, karna saya hanya sekedar mengingatkan resikonya buat anak cucu kita nanti...
    1. rdian.jkt's Avatar
      rdian.jkt -
      setuju Om Cepu, ane juga prihatin sama trendsetter skrg, benar2 menggambarkan sisi ketamakan manusia,

      hobby burung kicau boleh tapi mohon jangan merenggut semua yang ada dialam.

      Klo untuk si Pleci, tiba2 berhembus kabar/isu: ada pleci jawara terjual 5000 bahkan di stasuin TV disebut terjual 35.000.
      Langsung semua orang ingin beli pleci, dan tidak lama para juragan pengepul pleci bisa beli motor baru atau bahkan mobil baru,
      tapi sayang pleci sekarang sudah mulai jarang ditemui diatas pohon ceri, mungkin sudah pindah ke sangkar kota juga

      Salam.
    1. Misterius-BumenBC's Avatar
      Misterius-BumenBC -
      merpati jawa asli kok gak di masukin sini ya??? atau karena kawin silang terus di anggap aman?? tapi trah asli nya udah hampir punah banget itu