Nutrisi Herbal Hayati
  • 9 Fenomena Lomba Burung Berkicau di Indonesia

    Jakarta (KM), Menurut wikipedia.org, Fenomena berasal dari bahasa Yunani; phainomenon, "apa yang terlihat", dalam bahasa Indonesia bisa berarti:
    - gejala, misalkan gejala alam
    - hal-hal yang dirasakan dengan pancaindra hal-hal mistik atau klenik
    - fakta, kenyataan, kejadian

    Dalam lomba berkicau sekarang ini istilah fenomena dapat kita artikan apa yang terlihat, gejala-gejala atau hal-hal yang dirasakan oleh pelomba taupun Event Organiser (EO) burung berkicau sekarang ini.

    Beberapa fenomena LOmba Burung Berkicau diantaranya adalah:

    1. LOMBA TANPA TERIAK TAPI TETAP TERIAK
    Fenomena yang terlihat sekarang ini hampir terjadi dibeberapa lomba khususnya di Jawa, walau dibrosur sudah tertulis LOMBA NON TERIAK, maka pelomba masih saja berteriak dengan kencangnya. Teriakan ini seperti: * Menyebut Juri, Menyebut no. Gantangan, Minta dipantau, menyebut nama burung, bahkan sampai terjadi keributan.


    Sumber: Google.com


    Beberapa sebab TERIAKAN INI adalah:

    a. Krisis Kepercayaan Penjurian, Krisis kepercayaan ini disebabkan oleh oknum Juri dan pelomba itu sendiri, untuk memenangkan burung tertentu si Juri memenangkan burung tertentu karena sudah hapal sangkar suatu misal. Kalau hal ini sering dilakukan di event-event lomba, maka secara akumumative akan menjadi bumerang bagi Panitia tsb.

    b. Jarak pagar yang dekat dengan, Jarak pagar penonton dengan gantangan burung sangat dekat akan memicu teriak pelomba lebih mudah. Dengan jarak yang jauh antara Pelomba dan Gantangan, maka walaupun teriak tidak akan mempengaruhi kerja juri di lapangan. Jarak yg jauh menurut beberapa pemain, jauh justru akan menyamankan juri untuk berbuat semaunya, jikalau berniat curang maka akan mudah sekali dan tanpa takut karena jauh dari teriakan peserta.

    c. Panitia Yang TIDAK TEGAS, Panitia dalam hal ini yang diwakili oleh Pihak Keaamanan, biasanya kurang tegas dan tidak disiplin dalam menetapkan aturan lomba. Ketidaktegasan ini akan membuat TOLERANSI pelomba untuk berteriak, seharusnya Panitia memberikan aturan yang tegas, misal teriakan 1 diperingatkan, peringatan kedua langsung diberi bendera DIS.

    d. Massa BC/SF, Lomba selalu didatangi oleh Bird Club (BC), Single Fingter (SF) dan atau penghobi murni yang iseng-iseng lomba. Seorang SF biasanya membawa minimum 2 orang, apalagi kalau Bird Club, tentu banyak orang, masa ini selalu berteriak agar burung jagoannya dipantau, sehingga juara.

    Ada kelemahan dengan penonton teriak yang kencang lebih kencang dari pada bunyi burung:
    - Juri tidak bisa konsentrasi dalam menilai burung dalam penjurain, sehingga hasilnya tidak optimal.
    - Oknum juri lebih mudah memenangkan burung tertentu karena tidak terdengar volume secara jelas.



    Pagar yg jauh dan Oanitia yg tegas, susah untuk teriak, dokumentasi Lomba HUT KM V di Ungaran Jateng


    2. AMBISI JUARA
    Sebagian pelomba hanya melihat burung sendiri, tanpa membandingkan burung-burung lain yang berkerja saat di lapangan. Apalagi burungnya kalau dari jauh kelihatan bunyi, nah pandangan dari jauh inilah kadang beda persepsi qantara Juri dan pemilk burung. Si Pemilik burung menganggap burung bunyi, sementara pihak Juri yang memang dekat dan memantau langsung karena dekat , volumenya kurang tembus, atau kurang variasi, dsb. Memang semua burung yang tampil di lomba khususnya burung-burung Juara, namun tidak selamanya burung juara juga bekerja maksimal karena banyak faktor.

    Ambis juara disebabkan beberapa hal:
    - Tidak percaya diri dengan kemampuan burungnya, walau ditransfer dengan mahal
    - Malu kalah karena burungnya sering juara, tidak selamanya burung juara itu juara karena banyak faktor.
    - Burung proyek, burung proyek ini karena burung akan dipantau oleh orang, agar deal maka dijuarakan adalah jalan satu- satunya.
    - Tidak menerima kekalahan.
    - Perawat takut sama bosnya, kalau burung rawatannya kalah, sebagai bos sebaiknya memberi kebebasan kepada perawatnya agar tidak ada rasa pressure seandainya burung kalah, jadi tetap merasa enjoy tidak ada beban.

    3. PEMESANAN NO. GANTANGAN
    Sering di brosur kita lihat untuk pemesanan tiket tertulis "PEMESANAN TIKET (Bukan No. Gantangan), namun kadang oknum panitia sering memilihkan no. gantangan tengah kepada orang-orang tertentu yang kenal dekat atau yang memberikan sponsor, walau pemesanan sudah full, seharusnya dengan pemesanan full memudahkan untuk membagi tiket. Bahkan no. sekarang yang sudah sistem gosok pun masih dilakukan. Untuk kelas-kelas yang tidak full, bolehlah no. gantangan diatur sedemikian rupa agar saat lomba semua burung terkumpul menjadi satu, sehingga memudahkan juri untuk menilai. Misal pesenan di kelas Anis Kembang ada 20 peserta, maka kedua puluh orang ini ditaruh di tengah diantara no. 1 - 60, dengan cara di kopyok juga biar fair. Bila ada yang beli tiket di lapangan dan mendapatkan no. pinggir, maka saat gantang nanti ada toleransi untuk dilakukan pemindahan agar berkumpul dengan cara minta tanda tangan panitia.

    4. SANGKAR
    Penggunaan sangkar bebas dilomba, memudahkan pemain untuk memberikan tanda pada sangkarnya dengan kode-kode tertentu, misal di tempat minuman dengan warna tertentu, memberikan warna disangkarnya (ban sangkar), dsb. Dengan perbedaan memudahkan juri memantau burung-burung titipan. BnR yang mewajibkan sangkar produk BNR kadang pemain masih bisa memberikan kode tertentu, apalagi beda sangkar atau menggunakan sangkar bebas, akan membuat celah antara pemain dan oknum juri. Penggunaan sangkar bebas ini menyebabkan pelomba menggunakan sangkar mahal (Cungkok), dimana sangkar cungkok sebagai rasa gengsi atau menandakan pemilik orang berduit (bos).

    5. LOMBA BESAR DAN HADIAH BESAR
    Lomba sekarang ini, khususnya lomba besar, sering jor-joran hadiah yang besar pula. Inilah yang mengakibatkan pelomba dan oknum juri bekerja sama untuk memenangkan burung tertentu dengan cara bagi hasil hadiah. Atau oknum panitia, agar tidak kehilangan hadiahnya, maka dengan cara kerja sama dengan juri untuk memenangkan burung tertentu.

    Perawat juga ingin mendapatkan hadiah tersebut, karena ingin mendapatkan uang tambahan dari gaji bulannya. Dengan hadiah tsb, perawat menginginkan juara berbagai cara: berteriak, kolusi dengan juri, dsb.

    6. PENAMBAHAN NILAI MENTOK
    Tidak selalu terjadi namun pernah penulis temui sendiri, ada pelomba datang ke petugas rekap untuk menambahi nilai mentok 38 agar bisa burungnya bisa masuk Tos, sehingga bisa juara.

    7. KEDEKATAN EMOSIONAL PEMAIN DAN JURI
    LOmba burung adalah komunitas tertentu dan terbatas, orangnya ya itu-itu saja, seringnya bertemu di lomba mengakibatkan juri dan pelomba mempunyai hubungan emosi yang dekat, apalagi kalau sering dibantu atau dikasih hadiah, wujud perasaan gak enak ini bisa dibawa ke lomba. Atau juga si Juri sering dipakai di event atau tempat Latberannya.

    8. SPECIAL THANKS
    Special thanks bertujuan untuk menampilkan para donatur atau sponsor lomba sebagai rasa terima kasih dari pantia atas donator atau sponsor yang diberkan, biasanya para tokoh-tokoh burung yang langganan juara, Bird Club Organisasi atau Perusahaan. Bagi sebagian orang khususnya pemula di lomba, mengakibatkan kecurigaan dimana burung yang nantinya juara adalah burung-burung yang ada di special thanks tsb. Jadi pokok kecurigaan pemain, seperti membaca peta kekuatan pelomba dan sangat rawan bagi panitia,karena bias menjadi kontra produktif, jika dari awal peminat lomba sudah berfikir negative, dan memang sering terjadi seperti itu, yang koncer yang pasti yg nyumbang. Pada hal sebenarnya kalau kita obyective, mereka juga pemain yang mencari burungnya sangat selective juga.

    9. DUTA EVENT
    Biasanya pra even tertentu, akan dijadikan ajang promosi bagi panitia dengan menyebar pendukung dengan menggunakan dt even X (Misal) dan biasanya, duta even tersebut akan melakukan tour/rally dengan mengusung even yang akan digelar, dan juga banyak yang koncer, dan panitia sungkan dan juri mengiyakan untuk DITITIPI.


    Tulisan ini bermaksud demi masukan dunia perburungan di Indonesia, agar bisa dievaluasi buat perbaikan dan pembelajaran ke dapan agar lebih baik. Mari kita mulai dari kita sendiri, dengan main burung secara fair dan obyective, maka akan kita dapatkan kebahagiaan yang hakiki, kenapa kita harus membohongi hati dan diri sendiri. Inget juara dan gengsi disa dibeli, namun reputasi tidak bisa dibeli dengan uang, justri dengan main curang dan ber KKN akan merusak reputasi kita sendiri.
    Comments 36 Comments
    1. bambangsuryono's Avatar
      bambangsuryono -
      Fenomena yang um CJ tulis sepenuhnya tidak ada yang salah, kejadian di lapangan memang seperti itu bahkan juga lebih tapi kalau kurang sepertinya TIDAK. Sebagai kicaumania tentu kita berharap agar daya upaya yang telah dilakukan , mulai dari memilih-merawat-melatih-sampe menampilkan momongan mendapat apresiasi yg obyektif. Artinya dalam satu lomba, kalaulah momongan bisa tampil dan kerja baik..ja layak mendapat apresiasi dan sebaliknya kalaulah pada saat lomba tersebut belum bisa menampilkan performa baik..tentu wajar jika mendapat penilainya yg setimpal (sekalianpun burung jawara). Menyikapi fenomena tersebut, kiranya perlu dirintis bersama untuk membuat satu regulasi/ketetapan/ketentuan dlsb yang kelak dapat menjadikan guide setiap even. Untuk pemikiran um CJ kami ucapkan terimaksih, jika tidak dari KMer dari siapa lagi yg menyuarakan ?. SAlam.
    1. cj's Avatar
      cj -
      Quote Originally Posted by bambangsuryono View Post
      Fenomena yang um CJ tulis sepenuhnya tidak ada yang salah, kejadian di lapangan memang seperti itu bahkan juga lebih tapi kalau kurang sepertinya TIDAK. Sebagai kicaumania tentu kita berharap agar daya upaya yang telah dilakukan , mulai dari memilih-merawat-melatih-sampe menampilkan momongan mendapat apresiasi yg obyektif. Artinya dalam satu lomba, kalaulah momongan bisa tampil dan kerja baik..ja layak mendapat apresiasi dan sebaliknya kalaulah pada saat lomba tersebut belum bisa menampilkan performa baik..tentu wajar jika mendapat penilainya yg setimpal (sekalianpun burung jawara). Menyikapi fenomena tersebut, kiranya perlu dirintis bersama untuk membuat satu regulasi/ketetapan/ketentuan dlsb yang kelak dapat menjadikan guide setiap even. Untuk pemikiran um CJ kami ucapkan terimaksih, jika tidak dari KMer dari siapa lagi yg menyuarakan ?. SAlam.
      Ya om, tapi tidak semuanya ya, karena masih banyak juga yang main murni juga bisa juara. Salam
    1. cahyoo23's Avatar
      cahyoo23 -
      sepertinya fenomena ini terjadi di beberapa tempat sperti jakarta dan bekasi (maklum gak sampai keluar kota),
      btw Judul 9 fenomena tp artikelnya 8 Fenomena, he4x
      semoga aja berita miring tentang beberapa juri bisa bisa menegur pemain maupun juri setelah membaca thread ini, sehingga penyelenggaraan lomba bisa berjalan sukses, makasih
    1. masno's Avatar
      masno -
      tapi selama ane mengikuti latber ato sekedar melihat2 pasti pake teriak2 om, malah kadang pake peluit jg...
    1. PUJI_CISAUK's Avatar
      PUJI_CISAUK -
      Sy baru hobi burung om dan lngsng ketagihan lomba, tp saat ini klo ada lmba dan dihadiri oleh team2 papan atas (terlihat dari kaos teamnya), justru teriakannya lbh loud n tembus dibanding burungnya, klo bosnya sih mantau aja dari jauh, dan seringkali yg teriakan pendukungnya paling kenceng , dapet KONCER, mungkin karena membawa nama besar, burung ngeplay doang dpt juara, padahal yg bunyi tetangganya, stlh cb sy dateng ke latberan2, ada jg yg dah konsekuen n panitia tegas, dgn menyediakan bendera putih, apabila teriak kasih peringatan, msh teriak lg tncepin tuh bendera putih alias dis, ini di LATBERAN lebak wangi, parung, sory bukannya sy promosi, sy jg ngga kenal sama EO tsb, hnya sbgai referensi aja, boleh KMers jln2 kesana, klas MB aja yg plng rame ngga ada yg berani teriak, klo bs begini semua wah , bs tiap minggu jln terus, dan bisa menjadi tontonan KM maupun NON KM, mksh , salam kenal om CJ, sy dukung di Pemilu KM, utk menduduki posisi KM1
    1. cj's Avatar
      cj -
      Quote Originally Posted by cahyoo23 View Post
      sepertinya fenomena ini terjadi di beberapa tempat sperti jakarta dan bekasi (maklum gak sampai keluar kota),
      btw Judul 9 fenomena tp artikelnya 8 Fenomena, he4x
      semoga aja berita miring tentang beberapa juri bisa bisa menegur pemain maupun juri setelah membaca thread ini, sehingga penyelenggaraan lomba bisa berjalan sukses, makasih
      Ada 9 kok om, no. 9 DUta Event, maksih ya Tulisan ini butk pembelajaran demi perbaikan lomba burung saja.
    1. cj's Avatar
      cj -
      Quote Originally Posted by Puji_MFBF View Post
      Sy baru hobi burung om dan lngsng ketagihan lomba, tp saat ini klo ada lmba dan dihadiri oleh team2 papan atas (terlihat dari kaos teamnya), justru teriakannya lbh loud n tembus dibanding burungnya, klo bosnya sih mantau aja dari jauh, dan seringkali yg teriakan pendukungnya paling kenceng , dapet KONCER, mungkin karena membawa nama besar, burung ngeplay doang dpt juara, padahal yg bunyi tetangganya, stlh cb sy dateng ke latberan2, ada jg yg dah konsekuen n panitia tegas, dgn menyediakan bendera putih, apabila teriak kasih peringatan, msh teriak lg tncepin tuh bendera putih alias dis, ini di LATBERAN lebak wangi, parung, sory bukannya sy promosi, sy jg ngga kenal sama EO tsb, hnya sbgai referensi aja, boleh KMers jln2 kesana, klas MB aja yg plng rame ngga ada yg berani teriak, klo bs begini semua wah , bs tiap minggu jln terus, dan bisa menjadi tontonan KM maupun NON KM, mksh , salam kenal om CJ, sy dukung di Pemilu KM, utk menduduki posisi KM1
      Makasih Om Puji, kapan2 sy mau lihat ... salam
    1. kendra's Avatar
      kendra -
      bener om,setiap ada event lomba berkicau pasti pada teriak saya sendiri jadi males ikutan lomba lha wong yang berkicau bukan burungnya tapi malah orang harusnya kita bisa nikmati momongan kita dengan santai sambil ngopi,rokokan dll kalo dulu aman2 wae bisa sambil santai tapi kalo sekarang kayaknya udah menjadikan suatu ajang bisnis cuman kurang fair cara bisnisnya he...he..... apalagi kalo klas mb burungnya kalah teriak sama empunya/penontonya kalo klas ciblek rata2 masih nyaman......... mudah2 kedepan lebih baik
    1. Iduy MBCI's Avatar
      Iduy MBCI -
      Nice info Om, untuk saya yang masih pemula di bidang perkicauan.Nice Shareing mungkin untuk rekan2 sudah sering ikut Latber & Lomba.dan juga Nice Input buat EO & Juri di tiap Event baik even kecil maupun Event besar.Panitia & Juri yang mempunyai Kredibilitas dan independesi yang kuat merupakan idaman bagi kita semua, sehingga istilah2 " Mafia Perkicauan " tidak ada lagi di dunia perkicauan.Bravo Kicau Mania.
    1. Langen_Gading's Avatar
      Langen_Gading -
      wah wah wahlama2 yg digantang bukan burungnya tuh,,justru yg digantang si empunya burung..trus gantian deh,,burungnya yg nonton hehehehe
    1. tri asmoro's Avatar
      tri asmoro -
      di lampung 9 fenomena tersebut masuk semua,,, yg juara burung itu2 aja walaupun burungnya ga kerja. sponsor dapat keistimewaan dari nomor gantangan sampai hasil lomba. selamat buat potret buram perburungan lampung.
    1. ht4poenya's Avatar
      ht4poenya -
      Tapi msh ad koq yang FAIR PLAY... buktinya CI ane yang bru ikut Lomba jg bsa koncer, dan sayapun jg ngk ada yang knal sama jurinya...
    1. cj's Avatar
      cj -
      Quote Originally Posted by ht4poenya View Post
      Tapi msh ad koq yang FAIR PLAY... buktinya CI ane yang bru ikut Lomba jg bsa koncer, dan sayapun jg ngk ada yang knal sama jurinya...
      Betul sekali, tidak bisa smua disapu rata ...
    1. bambangsuryono's Avatar
      bambangsuryono -
      Quote Originally Posted by cj View Post
      Betul sekali, tidak bisa smua disapu rata ...
      Sarujuk um...Memang tidak semuanya, tapi sebagian besar fenomena lapangan masih seperti itu. Karenanya kita mesti berani mengkritisi dan mempublikasi terus agar kedepan setidaknya ada secercah harapan lomba yg fair ply. Nuwun
    1. cj's Avatar
      cj -
      Quote Originally Posted by bambangsuryono View Post
      Sarujuk um...Memang tidak semuanya, tapi sebagian besar fenomena lapangan masih seperti itu. Karenanya kita mesti berani mengkritisi dan mempublikasi terus agar kedepan setidaknya ada secercah harapan lomba yg fair ply. Nuwun
      Makasih OM Bambang, sebagian burng sy di Kudus loh he he separah itukah di Jateng?
    1. richard's Avatar
      richard -
      Quote Originally Posted by masno View Post
      tapi selama ane mengikuti latber ato sekedar melihat2 pasti pake teriak2 om, malah kadang pake peluit jg...
      memang betul selama ane juga mengikuti latber atau lomba,masih ada juga yg menggunakan cara seperti itu bahkan sampai memakai kerodongan sangkar yg dikibar-kibarkan,memang seperti lomba kampungan saja ya om...
    1. richard's Avatar
      richard -
      Quote Originally Posted by Puji_MFBF View Post
      Sy baru hobi burung om dan lngsng ketagihan lomba, tp saat ini klo ada lmba dan dihadiri oleh team2 papan atas (terlihat dari kaos teamnya), justru teriakannya lbh loud n tembus dibanding burungnya, klo bosnya sih mantau aja dari jauh, dan seringkali yg teriakan pendukungnya paling kenceng , dapet KONCER, mungkin karena membawa nama besar, burung ngeplay doang dpt juara, padahal yg bunyi tetangganya, stlh cb sy dateng ke latberan2, ada jg yg dah konsekuen n panitia tegas, dgn menyediakan bendera putih, apabila teriak kasih peringatan, msh teriak lg tncepin tuh bendera putih alias dis, ini di LATBERAN lebak wangi, parung, sory bukannya sy promosi, sy jg ngga kenal sama EO tsb, hnya sbgai referensi aja, boleh KMers jln2 kesana, klas MB aja yg plng rame ngga ada yg berani teriak, klo bs begini semua wah , bs tiap minggu jln terus, dan bisa menjadi tontonan KM maupun NON KM, mksh , salam kenal om CJ, sy dukung di Pemilu KM, utk menduduki posisi KM1
      saya juga sdh beberapa kali mengikuti dalam ajang latber atau lomba lokal,tetapi masih ada juga yg menggunakan cara2 pakai memanggil-manggil juri sambil menyebutkan no.gantangan,meniupkan sempritkan/priwitan (seperti juru parkir saja) bahkan ada yang memakai kerodong sangkar yang dikibar-kibarkan(mau pamer kerodong sangkar?) semuanya itu seperti orang kampungan saja !!!!! tapi juri tetap diam saja (seolah-olah cuek,ada juga yg sdh memperingatkan tp tidak ada tindakan),apakah kalau juri mengambil tindakan seperti mendiskualifikasikannya takut kalau2 di tempat tersebut jadi sepi ? tapi bagaimana peserta yang lain ? yang menginginkan ditempat tersebut santai2 saja sambil mendengarkan momongannya maupun momongan yang lain berkicau bersahut-sahutan,sebaiknya EO memperhatikannya hal2 demikian, setuju ngga ngga om ???????
    1. cj's Avatar
      cj -
      Quote Originally Posted by richard View Post
      saya juga sdh beberapa kali mengikuti dalam ajang latber atau lomba lokal,tetapi masih ada juga yg menggunakan cara2 pakai memanggil-manggil juri sambil menyebutkan no.gantangan,meniupkan sempritkan/priwitan (seperti juru parkir saja) bahkan ada yang memakai kerodong sangkar yang dikibar-kibarkan(mau pamer kerodong sangkar?) semuanya itu seperti orang kampungan saja !!!!! tapi juri tetap diam saja (seolah-olah cuek,ada juga yg sdh memperingatkan tp tidak ada tindakan),apakah kalau juri mengambil tindakan seperti mendiskualifikasikannya takut kalau2 di tempat tersebut jadi sepi ? tapi bagaimana peserta yang lain ? yang menginginkan ditempat tersebut santai2 saja sambil mendengarkan momongannya maupun momongan yang lain berkicau bersahut-sahutan,sebaiknya EO memperhatikannya hal2 demikian, setuju ngga ngga om ???????
      Juri kadang serba salah om, makanya saat penjurian juri harus dilindungi agar nyaman dalam penjurain di lomba, salam
    1. richard's Avatar
      richard -
      Quote Originally Posted by cj View Post
      Juri kadang serba salah om, makanya saat penjurian juri harus dilindungi agar nyaman dalam penjurain di lomba, salam
      yah terkadang memang juri serba salah,mestinya peserta yg sering "rese" di lapangan dikoordinasi agar tidak rese dalam acara tersebut diberi pengertian dalam masalah penilaian bukan dari seorang juri saja melainkan dari juri yang lain,kalau setiap acara/event seperti ini terus,saya yakin banyak kicaumania menjadi "males" untuk ikut meramaikan walaupun tujuannya hanya test momongannya(yah syukur2 dapat koncer..he..he..),mohon dikoreksi bila salah om..salam Kicaumania
    1. bambangsuryono's Avatar
      bambangsuryono -
      Quote Originally Posted by cj View Post
      Juri kadang serba salah om, makanya saat penjurian juri harus dilindungi agar nyaman dalam penjurain di lomba, salam
      Hehee...Bahkan ada yang tertekan,malah terkadang diteriakin sambil diomel2in um...kasihan juga. Sebagai pendukung kandidiat KM1 hehehe...OOT , nitip usul um agar kedepan www.kicaumania.org punyai juri independen (recomended) seperti BnR/PBI di masing2 daerah , setidaknya bisa bergandengan tangan dalam even latber/lomba didaerah. Juri sebagai salah satu kunci pembuka hobbies menyalurkan bakat momongannya sangatlah besar andilnya sehingga sudah saat perlu mendapatkan perhatian khusus.
      Maaf um ..jadi banyak usul..maklum penggembira pemula jadi banyak mau taunya.
      Ssst...Kalau boleh tau burung dititipin dimana um , sapa tau hari minggu bisa maen2...syukur2 dapat lelesan atau turunan burung jawara hehe..malah OOT. Nuwun.