ef-muray-kanibal

Antara Seting Pakan dan Sifat Kanibalisme Induk

October 8, 2016
427 Views

03042011001

Dalam proses breeding tidak sedikit diantara kita yang dipusingkan dengan hilangnya telur, berkurangnya jumlah telur, sampai dengan hilangnya piyik dalam gowok atau sarang.

Banyak yang berpolemik hal tersebut dengan berbagai sebab, memang benar dan tidak salah hal tersebut untuk di jadikan sebagai alasan, namun tersangka utamanya biasanya tidak terlalu jauh juga, bahkan bisa jadi yang terdekat denga telur maupun piyik yang hilang tersebut, yakni induk itu sendiri. Nah, bagaiman hal tersebut bisa terjadi? Dari berbagai macam alasan mengapa telur dan piyik sampai hilang dari sarang, dengan mengesampingkan berbagai sebab dan alasan, bisa jadi hal di bawah ini luput dari pantauan kita.

Sangat penting bagi breeder untuk selalu memantau ketersediaan pakan, karena salah satu sebab inilah induk bisa menjadi kanibal dan memakan telur maupun anaknya sendiri.

Selain faktor lain, ketiadaan pakan menurut pengalaman saya sampai saat ini, bisa berpengaruh dalam pola kanibalisme induk, dalam hal ini terutama adalah induk betina.

Kita sering mengabaikan pemberian pakan, dan mengurangi jumlah porsi pakan hidup saat induk mengeram, sampai dengan hanya pemberian voer, ada pula yg berpikir, pemberian EF sedikit saja dengan berbagai alasan dan dengan asumsi juga bahwa induk akan memakan voer apabila pakan hidup (Extra Fooding) telah habis. Hal tersebut diatas sah sah saja dilakukan, namun alangkah baiknya apabila dikaji kembali lebih jauh

Pengalaman saya dalam breeding sedikit banyak bisa saya jadikan acuan (bukan menjadi hal yang wajib, namun bisa menjadi sebuah referensi) bahwasannya keterlambatan sampai ketidaktersediaan pakan bisa menyebabkan induk betina menjadi kanibal.

Keterlambatan pemberian EF pada masa pengeraman dapat menyebabkan Induk betina akan memakan telurnya sendiri, begitu juga pada saat telur baru menetas, biasanya umur dibawah 3 hari, hal ini beberapa kali saya alami, dan kebiasaan kanibal tersebut jika sudah sekali terjadi, maka akan menjadi kebiasaan bagi induk betina itu sendiri.
Sebenarnya masih ada beberapa cara untuk menghilangkannya antara lain pemberian pakan yang teratur, pemberian EF yang fresh dan bersih, sampai dengan pemberian telur puyuh sebagai pengganti kanibalisme terhadap telurnya sendiri, beberapa hal diatas berhasil menghilangkan sifat kanibal, namun beberapa lainnya tidak berhasil, jika demikian, tinggal menunggu sampai dengan induk moulting (ngurak), diharapkan setelah ngurak, induk tidak memiliki sifat kanibal tehadap anaknya.

Namun apabila ternyata sifat tersebut sudah melekat pada induk, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan mengganti dengan induk yang baru, karena sekali lagi menurut pengalaman saya pribadi, sifat kanibal sulit sekali untuk dihilangkan, meski tidak mungkin juga, sifat ini sama seperti seekor nyamuk yang baru pertama kali menghisap darah, atau seperti orang yang telah kecanduan narkoba, akan menjadi kebiasaan dan seperti menjadi kebutuhan bagi induk untuk memakan telur maupun anaknya sendiri.(Amiex’z/KM)

Leave A Comment